Artikel




Favorit

Transformasi Relasi Masyarakat, Pasar, dan Pemerintah dalam Pembentukan Nilai Publik : Studi Kasus Pengaruh Dakwah Media Sosial terhadap Halal Lifest

Saat ini gelombang peradaban manusia dunia telah memasuki gelombang ketiga atau dikenal dengan istilah knowledge age, dimana teknologi informasi dan komunikasi (artificial intelligence, big data, IoT dan teknologi digital lainnya) memproses informasi untuk manusia dan mengubahnya menjadi pengetahuan, bahkan dalam beberapa kasus tertentu dapat digunakan sebagai alat dalam mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan. Pemanfaatan teknologi ini tentunya mempengaruhi seluruh lini kehidupan masyarakat dalam berbagai macam aspek. Gelombang ketiga muncul pada awal tahun 1970-an ditandai dengan era kebangkitan teknologi informasi dan masyarakat informasi yang berlangsung di benua Eropa dan Amerika kemudian menyebar secara cepat ke seluruh penjuru dunia. Terjadinya gelombang ketiga merupakan proses sintesa dari gelombang pertama (tesa) dan gelombang kedua (antitesa) yang berimplikasi terbentuknya masyarakat informasi secara global, gagasan Sustainable Development Goals (SDGs) oleh PBB, revolusi industri 4.0 dan terjadinya perubahan sosial demografi yang dipengaruhi oleh kecepatan perkembangan teknologi digital. (Toffler, A :1980)

Baca →
Favorit

Pemahaman Masyarakat dan Masyarakat Digital

Saat ini gelombang peradaban manusia dunia telah memasuki gelombang ketiga atau dikenal dengan istilah knowledge age, dimana teknologi informasi dan komunikasi (artificial intelligence, big data, IoT dan teknologi digital lainnya) memproses informasi untuk manusia dan mengubahnya menjadi pengetahuan, bahkan dalam beberapa kasus tertentu dapat digunakan sebagai alat dalam mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan. Gelombang ketiga ini juga sejalan dengan era teknologi digital yang meningkat dengan cepat di penjuru dunia. Laju perkembangan teknologi mengakibatkan perubahan yang sangat besar terhadap kehidupan manusia di dunia sehingga disebut juga era disrupsi.

Baca →
Favorit

Menggenggam Masyarakat Digital

Masyarakat semakin terdigitalisasi dan terhubung dengan banyak aktivitas sehari-hari dalam ruang digital. Konsekuensi dampak digitalisasi kurang mudah untuk dipahami karena kebanyakan orang belum memiliki pengalaman langsung tentang digitalisasi. Digitalisasi bersifat abstrak dan sulit dipahami, dalam ha ini, untuk memahami sifat dan masa depan masyarakat digital, diperlukan pemahaman digitalisasi. Kami melihat bahwa konsep digi-grasping dapat digunakan untuk menggenggam masyarakat digital. Digi-grasping merupakan konsep untuk menganalisis kesadaran dan keterlibatan dalam dunia digital serta menyadari konsekuensi adanya dunia digital dan fisik. Menggenggam masyarakat digital memungkinkan membuat keterikatan etis dan estetika masyarakat dalam memberdayakan orang untuk memahami dan mempertanyakan pilihan dan motivasi di balik struktur digital saat ini dan menciptakan struktur baru. Dengan demikian, Digi-grasping merupakan pendekatan penting untuk membentuk menggenggam masa depan masyarakat digital.

Baca →
Favorit

Masyarakat Digital Uni Eropa - Belanda

Belanda merupakan negara monarki konstitusional yang tergabung dalam Uni Eropa. Secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 30% wilayahnya, dan 31% populasinya berada di bawah permukaan laut, serta 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu disebut juga Nederland (bahasa Belanda), yang artinya negeri-negeri berdaratan rendah. Disisi lain, Belanda adalah salah satu negara terpadat di dunia yang terkenal dengan tanggul (dijk), kincir angin, terompa kayu, tulip, dan masyarakatnya yang terbuka, dan liberal. (Dutch government)

Baca →
Favorit

Masyarakat Digital Indonesia

Masyarakat digital secara empiris memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam segala aspek kehidupan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masyarakat digital telah mampu memberikan keterbukaan, efektivitas, efisiensi dan kesejahteraan (European Economic and Social Committee, 2017). Upaya membangun masyarakat digital di Indonesia dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan. Hal yang mendasar yang digunakan sebagai backbone layanan teknologi digital adalah infrastruktur teknologi.

Baca →
Link Pemerintahan


Link Lainnya