PRES CONFERENCE TIM GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID 19 KABUPATEN TEGAL

PRES CONFERENCE TIM GUGUS TUGAS PERCEPATAN  PENANGANAN COVID 19 KABUPATEN TEGAL

Diposting pada 16 May 2020, 23:25 Oleh EW


Slawi- Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid 19 Kabupaten Tegal menyelenggarakan Pres Conference terkait Program dan kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan pandemi Covid 19 kamis 14 Mei 2020 pukul 09.30 wib di Posko Gugus Tugas Kabupaten Tegal jln dr. Soetomo no. 1 Slawi .

Konferensi Pers diselenggarakan secara Live streaming dan dihadiri oleh Wakil Ketua I Gugus Tugas Sabiliah Ardie, Sekretaris Gugus Tugas Zainal Jasmin, Kadinkes Kesehatan Selaku Koordinator Gugus Tugas, Kasatpol PP, Kadis Kominfo dan Pejabat Struktural diskominfo serta Awak media baik  Cetak maupun online.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua I Gugus Tugas  Sabilillah Ardie, menyampaikan terima kasih pada semua yang hadir, pres conference ini merupakan penambahan pres rilis yang biasa dilakukan oleh juru bicara Gugus Tugas dr. Joko Wantoro khusus terkait teknis kesehatanya, sedangkan pres conference ini terkait program dan kebijakan pemerintah daerah dalam menghadapai Covid 19 ini,

Disamping itu pula kata Ardie perlu kita sadari dari Berita, pemantauan artikel yang ada untuk wabah virus Covid 19 sepertinya tidak akan berakhir secara cepat, tetapi kita tetap akan berusaha yang terbaik dan berdoa agar pandemic Covid 19 ini selesai pada bulan Juni 2020, tapi kita ketahui dua hari yang lalu dicina dilakukan Lockdown yang kedua karena setelah Lockdown dulu yang pertama ada rilis perenggangan lockdown dan pelepasan terjadi kasus Covid 19 lagi.

Alkhamdulillah di Kabupaten Tegal untuk jumlah orang yang positif belum mencapai level ratusan tetapi kita perlu mewaspadaiinya. Ardie minta pada Kadinkes selaku Koordinator Pencegahan di Gugus Tugas untuk menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam penanganan dan pencegahan pandemi Virus Corona.

Sambung Ardie Pemkab Tegal secara resmi telah melakukan upaya yang terbaik, gugus tugas sebelum rame tentang  APD dan rapid Tes , pemkab Tegal melalui dinas Kesehatan sudah mengantisipasi dengan membeli beberapa alat Repid Tes, sehingga Pemkab sampai saat ini tidak pernah kekurangan, namun seperti kita bisa sadari bahwa kita masih perlu meningkatkan kedisiplinan sehingga kedepan pemkab sedang merumuskan peraturan mewajibkan pakai Masker, Namun peraturan ini bukan cma mewajibkan pakai masker saja tapi mengatur kedisiplinan Physical distancing.

Menurut Ardie dari sifat kita ini yang masih memerlukan peningkatan  kedisiplinan ada kekhawatiran karena tidak semua yang mendapati Virus Covid 19 ini menunjukan gejala tetapi bisa menjadi pembawa virus pada orang lain.

Pemkab Tegal telah melakukan upaya  pergesseran/refocusing Anggaran untuk focus pada percepatan dan penaganan Covid 19 ini, Bupati sudah mengeluarkan surat Edaran untuk menghentikan semua kegiatan APBD 2020, harus dilakukan refocusing yang kemaren belum mencapai target, dan ini pasti akan berdampak pada kegiatan yang lain seperti Infrastruktur karena harus difokuskan penanganan Covid 19 .ujarnya.

Ia menambahkan masyarakat perlu memahami bahwa pemerintah  memiliki keterbatasan dalam melakukan pemeberian bantuan sosial , apabila ini diteruskan sampai akhir tahun maka akan terjadi defisit yang sangat besar dan yang mengkhawatirkan apabila defisitnya terlalu besar maka ada kegiatan kesehatan yang tidak kebayar dan tentunya itu akan menjadi masalah.

Ardie mengharap bantuan Media, bidang Humas, ormas dan Lembaga kemasyarakatan yang ada dikabupaten Tegal untuk mengajak seluruh lapisan Masyarakat  saling bahu membahu membantu dalam segi finansial, jangan sampai ada tetangga yang kelaparan .Ia juga berharap pada dinas-dinas yang melakukan perencanaan kegiatan bansos yang teknisnya ada di Dinsos untuk pendataan supaya lebih dirapikan lagi. Karena yang terjadi banyak warga masyarakat yang mestinya Berhak mendapatkan bantuan tetapi tidak menerima. Ini terjadi juga di daerah lainya. menurut Ardie ini sesuatu hal yang dapat diperbaiki.dan datanya agar  dikomunikasikan pada kepala desa dan camat agar datanya bisa dikompilasi ditingkat Kabupaten. Dan untuk urusan data pasti membutuhkan partisipasi masyarakat karena keterbatasan pemkab dalam mengahadapi situasi yang seperti ini tidak bisa leluasa dating kedesa-desa karena harus mengikuti Protokol kesehatan sehingga untuk laporan data penerima bansos itu akan membutuhkan masukan dari masyarakat.

Sedangkan untuk data penerima bansos  sudah tersedia online oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah silahkan di buka Link : http://ddt.dinsos.provjateng.go.id atau cari di goegle ddt. Prov jateng itu bisa dicek sendiri denagncara masukan NIK dan KK, Klo ada daftar nama Penerima Bantuan Sosial dalam Website berarti pasti Mendapatkan. Itu semua usaha-usaha yang yang dialkukan oleh Pemkab Tegal yang masih membutuhkan partisipasi masyarakat, Ardie juga mengajak masyarakat untuk tidak kecil hati dan pesimis, karena kita mesti perhatikan dalam terjadi masalah ekonomi di dunia itu selalu ada kesempatan untuk kita untuk melakukan akselerasi baik level daerah maupun nasional yang  kemudian mendatangkan manfaat di masa depan. Ardie ajak kita berdoa selalu agar Wabah Covid 19 segera berakhir dan kita bisa beraktifitas seperti biasanya, “ujarnya”

Kemudian Koordinator Gugus Tugas dr. Hendadi Setiaji menyampaikan bahwa untuk situasi dan kondisi Kabupaten Tegal tetap harus waspada walopun trendnya mulai landai  kita tetep waspada, karena angka di nasional itu sangat fluktuatif bahkan kemaren tanggal 13 mei 2020 tertinggi yang positif sampai tembus angka 600 orang lebih ini berarti suatu keadaan yang patut kita waspadai. Untuk Kabupaten Tegal Yang Conferm positif itu adalah 16 orang ,dan dari 16 orang itu tersebar di tujuh kecamatan yakni kecamatan Dukuh turi, kramat, Tanlang, Tarub, Slawi, Warureja dan Pagerbarang.

Sambung Hendadi ke 16 pasien Positif itu sudah ditressing terkait sumber penularanya darimana kemudian setelah ditresing kontak eratnya di repid Tes yang bertujuan untuk diketahui penularanya sampai kemana aza dan itu merupakan alur yang harus ditempuh, jadi tresing itu merupakan senjata utama untuk mengetahui sumber penularan dan  sudah menular kemana saja , dan ini sudah dilakukan oleh Gugus Tugas mulaidari Covid pertama yang ditemukan diwilayah kecamatan Dukuhturi dan dilakukan tresing disitu. Kemudian ditemukan 6 kontak eratnya,  dan sudah lakukan repid Tes hasilnya Negatif. Tresing ini juga  dilakukan pada ke 16 orang yang Positif.

Dari 16 orang yang positif, 12 orang merupakan impor dari Jakarta , kemudian ada yang tertular tiga orang dari yang menderita ,ada yang tertular Covid ke tiga ada juga yang tertular Covid kelima,., satu orang dari bali, yang 3 orang tertular dari penderita yang dari Jakarta dan semuanya sudah ditresing.. yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan orang yang membawa virus Covid 19 tapi tidak ada gejala namanya carier, 80% penderita Covid 19 itu tanpa gejala dan yang carier ini justru yang paling bahaya, klo yang positif sakit itu sudah jelas  diisolasi dirawat dan diobati, tpi yang carier ini kemana-mana membawa Virus. dan yang berbahaya menularkan pada  orang yang sehat dan orang  itu jatuh sakit, biasanya terjadi pada orang tua, orang dengan penyakit penyerta, seperti jantung, Ginjal,diabet otomatis daya tahan tubuhnya turun karena penyakit penyerta itu, kemudian klo menular pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sempurna dan dari Dinas kesehatan siap  untuk mengamankan itu. Ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melandainya ini salah satunya adalah ada pengetatan arus mudik dari Jakarta ke Tegal dan kabupaten Yang lain dan itu sangat berpengaruh, karena dari 12 orang ini ada yang pernah kejakarta untuk berobat, ada yang kejakarta karena anaknya ada disana, ada yang kejakarta karena bisnis, semuanya ada riwayat ke jakarta, dan ada sebuah  riwayat  sebuah keluarga ibunya itu sakit bukan covid  dan meninggal , karena sakit anaknya pulang dari Jakarta dan selesai acara 7 hari balik ke Jakarta lagi  seminggu kemudian  bapaknya usia 73 tahun sakit, pilek, batuk dan panas, dirawat sebagai PDP disalah satu rumah sakit dan ternyata Tes Covidnya Positif karena sudah tua dan dirawat hamper 2 minggu akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia.

Pengalaman inilah kadinkes mohon dengan sangat pada masyarakat kabupaten Tegal untuk tidak mudik dulu, karena  dikhawatirkan membawa Virus Covid 19, kejadian ini cukup memprihatinkan dari 16 orang itu yang meninggal 3 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh 10 orang dan yang masih dirawat 3 orang ini nunggu hasil swab, dan tiga pasien ini secara umum kondisinya baik dan klo hasil swabnya nanti negative ketiga pasien itu boleh pulang. Terang Hendadi.

Kemudian yang tiga orang meninggal dunia itu punya penyakit bawaan , ada yang darah tinggi, ada yang penyakit jantung, dan ada yang gagal ginjal,

Sambung Hendadi bahwa dari dinas kesehatan telah mendapatkan informasi 17 orang warga Kabupaten Tegal Klaster Ijtima Gowa   semuanya sudah  dilacak kontak eratnya, mentresing dan melakukan repid Tes bahkan dari tujuh belas orang klaster Ijtima Gowa  di tresing semua, dan dari 17 orang itu repid Tes pertama negative, tapi rapid tes harus dilakukan dua kali dalam interval waktu  7 hari itu bertujuan untuk mengetahui seseorang sudah memiliki anti body atau  tidak, dari 17 orang ini 3 orang positif rapid tesnya, perlu masyarakat ketahui rapid tes positif ini bukan berarti Covid 19 sebenarnya bahaya yang benar itu Reaktif jadi dari hasil Rapid itu hasilnya reaktif. Untuk diagnosa pastinya harus di PCR dan hasil swabnya di bawa ke semarang, dari yang 3 orang itu  semuanya negatif, jadi yang ijtima Gowa setelah ditresing, rapid Tes, semuanya negatif.

Hendadi minta tetap harus waspada ada pergerakan masyarakat yang masih berusaha mudik dengan lewat jalur tikus kemudian lewat Trevel gelap dll. Hendadi apresiasi desa dan kecamatan yang sudah pro aktif luar biasa  ini merupakan kerjasama yang baik antara kabupaten, kecamatan dan desa, dan desa ini responya cukup bagus ada satgas Covid 19 di desa,  kemudian ada tempat isolasi,  kejadian di penusupan kecamatan panglkah  ada pabrik kecap yang punya itu ternyata Covid 19 dan selama positif itu dia ke pabrik dan punya karyawan 35 orang,kemudian Dinkes mentresing ke 35 orang dan  merapid test kemudian dilakukan  isolasi di desa, 35 orang karyawan itu dilakukan rapid test 2 kali dan hasilnya negative semua . Peran desa dalm hal ini sungguh luar biasa sangat diperlukan karena dengan peran desa itu  bisa melokalisir dan mengkarantina, mengawasi isolasi itu sungguh langkah langkah luar biasa dan itu salah upaya untuk mengunci penyebaran Covid 19, dan tidak kalah  penting selain tadi peran masyarakat sangat diperlukan dalam kedisplinan , untuk jaga jarak  pakai masker, dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun/Handsanitizer  itu langlah yang sederhana tapi manfaanya luar biasa .

Lanjut Hendadi pakai masker cara efektif untuk mencegah penularan . karena dengan yang carier pakai masker , dan orang  yang tidak membawa Virus pakai masker itu bisa menekan penularan hampir 70%. Inilah yang kemudian pemkab Tegal dalam hal ini dari mencanangkan memberi masker dengan program 1 juta masker dan sudah dibagi ke semua desa secara proporsional sesuai dengan jumlah pendudunya,  juga dipasar pasar, dipuskesmas, dirumah sakit dengan kerjasa satpol pendistribusianya selalu bergerak ada kerumunan tanpa masker diberi kita beri masker,  pasarpun juga lakukan itu penjual dan pembeli diberi masker ,dan itu kita rasakan bersama hasilnya dalam menekan resiko penularan pandemic Covid 19.( Ew ).


Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati & Wakil Bupati Tegal
RLPPD Kabupaten Tegal 2019
Jadwal Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2020


Penutupan dan Penganugerahan Festival Film Tegal 2019 (7 Desember 2019)

Link Pemerintahan


Link Lainnya