PENYELENGGARAAN PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN TAHUN 1441 HIJRIYAH/2020 MASEHI MENUJU MASYARAKAT PRODUKTIF AMAN COVID-19

PENYELENGGARAAN PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN   TAHUN 1441 HIJRIYAH/2020 MASEHI MENUJU MASYARAKAT PRODUKTIF AMAN COVID-19

Diposting pada 10 July 2020, 09:21 Oleh EW


Slawi- Perayaan Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam akan jatuh pada akhir  Juli 2020 Pada Hari Raya Idul Adha, ada penyembelihan hewan kurban. dan  biasanya Hewan Kurban sapi dan kambing. Sebelum pelaksanaan penyembelihan Hewan Kurban ada Pelaksanaan Sholat Idul Adha.

Menurut Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan pemerintahan  Agus Subagyo mewakili Bupati Tegal Menyampaikan bahwa Dalam situasi pandemi virus corona seperti saat ini, akan ada penyesuaian yang diterapkan oleh Pemkab Tegal dalam pelaksanaan penyembelihan kurban tahun ini. Tujuannya, agar ibadah dapat dijalankan dengan tetap meminimalisir potensi terjadinya penularan Covid-19 karena meningkatnya aktivitas dan interaksi antar-masyarakat saat pelaksanaan..

“Penyelenggaraan  penyembelihan hewan Kurban di tengah Pandemi   diputuskan bahwa dibolehkan dengan persyaratan penerapan protokol kesehatan. Panduan penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban ditengah pandemi Covid-19 akan ditetapkan sebagai acuan bagi masyarakat dalam teknis operasionalnya” kata Agus Subagyo dalam  Konferensi Pers   Kamis (9/7/2020) di Posko Gugus Tugas yang disiarkan secara Live oleh Radio Slawi FM dan kanal Youtube pemkab Tegal.

Selain Staf Ahli Bupati Tegal Hadir dalam Konferensi Pers sebagai narasumber Joko Wantoro selaku Juru Bicara Gugus Tugas ,Kepala Dinas Kelautan perikanan dan Peternakan ( DKPP ) Chofifah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno dan Kepala Dinas Kominfo Dessy Arifianto..

 

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal Sukarno menjelaskan terkait dengan  panduan  Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Panduan tersebut termuat dalam Surat Edaran Kemenag Nomor 18 Tahun 2020 yang ditandatangani Menteri Agama , sebagai petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan  penyembelihan hewan kurban dalam situasi adaptasi kenormalan baru atau new normal..

Penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah. Kecuali di tempat-tempat yang dianggap belum aman dari Covid-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Bagi warga yang akan melaksanaan  penyembelihan hewan kurban, wajib untuk memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. “Sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam edaran menteri Agama akan dilakukan oleh aparat kantor wilayah kementerian agama provinsi, kantor kementerian agama kabupaten/kota, dan kantor urusan agama kecamatan bersinergi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan instansi terkait,”kata Sukarno…

Lanjut Sukarno, Penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan yaitu Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi: -Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik; -Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban; -Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging; -Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

 

Ia Menambahkan Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi: -Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas; -Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan; -Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;

 

Hal-hal Ini Harus Diperhatikan Penjual dan Pembeli -Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.  

\

Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah; -Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga. “ Kata Sukarno

 

Penerapan kebersihan alat, Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan; Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

"Dengan begitu, penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularanCovid-19,.”Pungkasnya”(DiskominfoKab.Tegal/EW).


Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati & Wakil Bupati Tegal
RLPPD Kabupaten Tegal 2019
Jadwal Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2020


Penutupan dan Penganugerahan Festival Film Tegal 2019 (7 Desember 2019)

Link Pemerintahan


Link Lainnya