PEMKAB TEGAL BERI PANDUAN TATA CARA PENJUALAN DAN PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DITENGAH PANDEMI

PEMKAB TEGAL BERI PANDUAN TATA CARA PENJUALAN DAN PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DITENGAH PANDEMI

Diposting pada 15 July 2020, 10:03 Oleh EW


Slawi - Melalui Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Qurban dalam Situasi Wabah Bencana Non AlamCoronaVirusDesease(Covid-19). Prosedur penjualan hewan qurban dilakukan ditempat yang mendapat ijin bupati/ walikota, penjualan dioptimalkan dengan memanfaatkan tehnologi dalam jaringan (daring) atau dikoordinir panitia. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal, Ir. Chofifah,MM saat konferensi pers di posko gugus tugas covid-19 Kamis 9 Juli 2020 bersama Dinas Kominfo Kabupaten Tegal.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal, Ir. Chofifah,MM mengatakan, tata cara penjualan dan pemotongan hewan qurban diantaranya yakni harus diupayakan proses penjualan menerapkan psycal distancing atau jaga jarak, tegasnya Dirinya juga mengungkapkan, pemotongan hewan di RPH Kabupaten Tegal terbatas, karena hanya memiliki 2 RPH, yaitu RPH Penusupan dengan kapasitas 30 sampai 40 ekor per-hari dan RPH Pagongan

dengan kapasitas 10 sampai 15 ekor per-hari. karena terbatas, sangat diperbolehkan untuk menyembelih diluar RPH, tentunya dengan tetap mempedomani SE Bupati dan SE Dirjen Keswan, tegasnya Untuk prosedur pengajuan penyembelihan di RPH dilakukan sederhana dengan pihaknya yang akan menginventalisir dan membebaskan retribusi setiap ekor Rp. 22.500 khusus untuk hari raya qurban digratiskan, kecuali untuk biaya tenaga pengantaran hewan ke tempat RPH. Diluar RPH, fasilitas mendapat izin dari pemerintah daerah melalui kesmavet, membatasi jumlah panitia dan pembatasan kehadiran, jarak minimal 1 meter antar panitia, pendistribusian daging dilakukan oleh panitia kerumah mustahik (penerima daging) Persyaratan kedua yaitu, penerapan hiegen personal dengan ketentuan penjual/pekerjan menggunakan APD minimal masker dengan pakaian lengan panjang dan sarung tangan sekali pakai, diharuskan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer bagi orang yang keluar masuk. Manajeman RPH menyediakan APD dan mengedukasi pekerja untuk tidak menyentuk bagian muka. Pekerja diharuskan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Diluar RPH, petugas dibedakan terkait penanganan daging dan jeroan, diharuskan memakai APD minimal masker sedari rumah, perjalanan, dan selama di fasilitas pemotongan. Persyaratan ketiga, pemeriksaan kesehatan awal, dengan ketentuan penjual/pekerja dari luar daerah harus dalam kondisi sehat dengan surat ketengan dari puskesmas/rumah sakit, setiap tempat penjualan diharuskan memiliki alat pengukur suhu (thermogun), pengukuran suhu di setiap pintu masuk RPH, dilarang orang masuk ke RPH dengan gejala Virus Corona. Diluar RPH, melakukan cek suhu tubuh di pintu masuk, orang dengan gejala demam, nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas tidak diperbolehkan masuk, panitia dari tempat tinggal yang sama dan tidak dalam masa karantina. Persyaratan keempat, hygiene sanitasi dengan ketentuan tepat penjualan tersedia fasilitas CTPS, melakukan pembersihan tempat penjualan dengan disinfektan, menghindari kontak langsung dan menerapkan etika bersin/batuk/meludah, segera membersihkan diri sebelum bertemu dengan orang rumah. Ditempat maupun diluar RPH, menyediakan fasilitas disinfeksi pada titik masuk tempat produksi dan menyediakan fasilitas CTPS, pembersihan terhadap alat sebelum dan setelah digunakan, menghindari kontak langsung dan mnerapkan etika bersin/batuk/meludah. ( Diskominfo Kab. Tegal )


Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati & Wakil Bupati Tegal
RLPPD Kabupaten Tegal 2019
Jadwal Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2020


Penutupan dan Penganugerahan Festival Film Tegal 2019 (7 Desember 2019)

Link Pemerintahan


Link Lainnya